Ini Jenis Helikopter yang Mengantar Kobe Bryant ke Penghujung Usia :: Nusantaratv.com

Ini Jenis Helikopter yang Mengantar Kobe Bryant ke Penghujung Usia

Kobe Bryant meninggal dalam kecelakaan helikopter. Semua mata pun tertuju ke helikopter yang menabrak bukit di Calabasas, California, Amerika Serikat.
Ini Jenis Helikopter yang Mengantar Kobe Bryant ke Penghujung Usia
Helikopter Sikorsky S-76B./meaww

Nusantaratv.com - Kepolisian Los Angeles (LA) secara resmi merilis korban kecelakaan helikopter yang menewaskan legenda bola basket NBA, Kobe Bryant, Minggu (26/1/2020) atau Senin dini hari WIB.  Selain Kobe dan putrinya, salah seorang korban tewas termasuk pelatih bisbol, John Altobelli dan keluarganya.

Kobe Bryant meninggal dalam kecelakaan helikopter. Semua mata pun tertuju pada helikopter yang menabrak bukit di Calabasas, California, Amerika Serikat tersebut.

Menurut sejumlah laporan, helikopter yang digunakan Bryant adalah Sikorsky S-76B. Ia sudah lama menggunakannya saat ia bermain dengan Lakers karena merasa tidak nyaman duduk terlalu lama di dalam mobil.

Helikopter yang dipakai Kobe saat terjadi kejadian naas itu diproduksi pada tahun 1991, dan basis data NTSB tidak menunjukkan kecelakaan lain yang terkait dengan nomor ekor yang sama, dikutip dari Slate.

Baca Juga: Bikin Pilu, Kobe Bryant Tewas Bersama Putrinya Gianna

Diketahui Sikorsky, anak perusahaan Lockheed Martin, juga membuat kendaraan untuk militer. Perusahaan memasarkan Sikorsky S-76 kepada eksekutif perusahaan untuk transportasi pribadi, namun S-76 juga digunakan untuk misi pencarian dan penyelamatan.

Harganya sendiri berkisar USD 13 juta atau kira-kira Rp 177 miliar dan dapat membawa hingga 12 penumpang. Helikopter ini memiliki fitur mesin twin turboshaft, dan memiliki jangkauan hingga 472 mil (sekitar 759 km).

Total, lebih dari 178 pelanggan korporat dan VIP saat ini mengoperasikan helikopter Sikorsky S-76.

Namun namanya risiko penerbangan, Sikorsky S-76 juga tak luput dari insiden misalnya pada 2013 di mana helikopter S-76 jatuh di Kanada dan memakan korban 4 orang. Hal serupa juga terjadi di Turki pada 2017 dan mengakibatkan 7 orang meninggal dunia.

Akan tetapi, berdasarkan situs web perusahaan tersebut tercatat bahwa helikopter itu memiliki lebih dari 7,4 juta jam penerbangan yang terbukti aman dan sukses.

Sumber: inet.detik.com

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0