Sebanyak 410 Atlet Karateka Berebut Tiket Menuju PON 2020 :: Nusantaratv.com

Sebanyak 410 Atlet Karateka Berebut Tiket Menuju PON 2020

Kejurnas ini juga digelar sebagai seleknas untuk para atlet yang akan berlaga di pesta olahraga dua tahunan Asia Tenggara
Sebanyak 410 Atlet Karateka Berebut Tiket Menuju PON 2020
Konferensi pers kejurnas Karate

Jakarta, Nusantaratv.com - Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) bersama Pengurus Forki Provinsi DKI Jakarta (Forki DKI) akan menggelar Kejuaraan Nasional Karate Pra Kualifikasi PON (Pra-PON) 2019 di Hall Basket, Gelora Bung Senayan, Jakarta, 4-6 November 2019.

Kejurnas ini digelar sebagai seleksi karateka terbaik yang akan tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Provinsi Papua. Dan, sebanyak 29 Forki provinsi juga sudah mendaftarkan diri untuk ikut ambil bagian pada Kejurnas Pra-PON 2019 tersebut.

Tercatat 410 atlet akan berebut tiket menuju PON 2020 Papua. Mereka terdiri dari 231 karateka putra dan 179 karateka putri. 

"Dari PB FORKI dan DKI sebagai tuan rumah telah mempersiapkan dengan matang untuk menyambut seluruh Indonesia dalam salah satu turnamen besar di Indonesia yakni Kejurnas Pra PON karena ini akan jadi ajang penyeleksian atlet-atlet mana saja yang berhak untuk di Pon 2020 Papua," kata Sekjen PB Forki, Raja Sapta Ervian.

Pria yang akrab disapa Eyi itu juga menjelaskan, bahwa selain untuk tampil di ajang pekan olahraga nasional, Kejurnas ini digelar sebagai seleknas untuk para atlet yang akan berlaga di pesta olahraga dua tahunan Asia Tenggara.

"Terkait dengan tujuan acara, kejurnas tadi saya jelaskan untuk menyaring atlet-atlet dari seluruh Indonesia ini akan disaring 8 besar di Kejurnas besok untuk bisa tampil di pon papua," ujarnya.

Baca juga: Jokowi Bertemu FIFA: 10 Stadion Kami Siapkan untuk Piala Dunia U-20

"Dan tim ini kita siapkan sejak seleknas april lalu. Karena kita siapkan agar mereka maksimal di SEA Games Sementara prapon ini kita turunkan mereka untuk jadi salah satu wadah memanaskan mental bertanding Jadi prapon ini, juga sebagai ajang try out buat mereka," sambungnya.

Adapun kategori nomor dan kelas yang dipertandingkan adalah nomor kata dan kumite. Untuk nomor kata, karateka yang berhak ikut Kejuaraan Pra-PON adalah karateka yang lahir pada 1990 hingga 2003 Mereka akan tampil di nomor kata perorangan putra dan putri, serta kata beregu putra dan putri.

Sementara untuk kategori kumite, karateka yang berhak ikut ambil bagian dalam event ini adalah karateka yang lahir pada 1993 hingga 2001. Mereka akan bermain di 11 nomor individual putra dan putri.

Kategori kumite putra yang akan dipertandingkan terdiri dari enam kelas, yakni kumite -55 kg, kumite -60 kg, kumite -67 kg, kumite -75 kg, kumite -84 kg, dan kumite +84 kg. Sementara untuk kumite putri terdiri atas 5 kelas, yakni kumite -50 kg, kumite -55 kg, kumite -61 kg, kumite -68 kg, dan kumite +68 kg.

Untuk menghasilkan karateka terbaik dan berhak berlaga pada PON 2020 Papua, Forki akan menggunakan peraturan pertandingan yang telah ditetapkan PB FORKI dan WKF. Pertandingan Kumite misalnya, akan menggunakan ’System Semi Double Knock Down’. Sementara nomor Kata akan menggunakan sistem pertandingan Kata WKF 2019.

Adapun seleksi Pra-PON menuju PON XX Papua 2020 tersebut menggunakan sistem ‘By Class’, yakni menyeleksi kelas yang akan diikuti tiap Provinsi pada PON XX 2020.

Sementara jenis Kata yang harus dimainkan dalam pertandingan Pra-PON ini sesuai dengan ketentuan WKF yakni, untuk babak perebutan medali harus memainkan bunkai atau aplikasi Kata, dengan waktu maksimal 5 menit untuk keseluruhan (Kata dan Bunkai) yang dihitung mulai dari sikap hormat pertama, memasuki tatami, dan hormat kedua setelah bunkai. 

Sementara untuk nomor kumite, setiap peserta diwajibkan menggunakan pelindung gigi (gum-shield), pelindung tangan (Mitts) merah dan biru, pelindung kaki (shinpad & foot protector) merah dan biru, chestbody protector (pelindung dada untuk atlet putri), hand gloves sesuai standard WKF, sabuk merah dan biru, serta pelindung badan (body protector).

Khusus untuk peserta wanita yang menggunakan hijab harus berwarna hitam dan menggunakan bahan kaos, menutupi batas tengkuk leher peserta yang sesuai dengan peraturan WKF.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0