Pemain Timnas, Saddil Ramdani, Diancam Hukuman 7 Tahun Penjara :: Nusantaratv.com

Pemain Timnas, Saddil Ramdani, Diancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Terlibat kasus Penganiayaan dan pengeroyokan, Saddil Ramdani disangkakan Pasal 351 ayat 1 dan 170 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.
Pemain Timnas, Saddil Ramdani, Diancam Hukuman 7 Tahun Penjara
Saddil Ramdani, pemain Timnas dan Bhayangkara FC./goal.com

Nusantaratv.com – Kepolisian Resor (Polres) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menetapkan pemain Timnas dan Bhayangkara FC, Saddil Ramdani sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan.

Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Muhammad Sofwan mengatakan, Saddil disangka telah menganiaya dan mengeroyok korban atas nama Irwan (25), warga Jalan Chairil Anwar, Kelurahan Wuawua, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari.

“Untuk perkara kasus Saddil Ramdani kami sudah naikkan ke penyidikan sekarang statusnya kami sudah naikkan menjadi tersangka,” kata Sofwan di Kendari, Sabtu (4/4/2020).

AKP Sofwan mengatakan, usai dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polres Kendari, status Saddil ditetapkan menjadi tersangka.

Baca Juga: Pandemi Corona, PWI Jaya Peduli Bantu Pekerja Harian Dengan Sembako

“Saddil sudah diperiksa sebanyak dua kali. Ada sekitar empat atau lima orang saksi yang telah diperiksa. Sementara untuk korban, hari ini korban baru bisa diperiksa karena dari beberapa hari setelah kejadian korban baru bisa diperiksa,” jelas Sofwan.

Sofwan mengungkapkan bahwa Saddil Ramdani disangkakan Pasal 351 ayat 1 dan 170 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. Meski status Saddil Ramdani telah dinaikkan menjadi tersangka, namun yang bersangkutan tidak ditahan oleh pihak Kepolisian.

“Selama ini tersangka kami wajib melaporkan. Tetap dijadikan tersangka masalah penahanan itu kewenangan penyidik asalkan tidak memenuhi syarat objektif atau subjektif itu kewenangan penyidik masalah penahanan,” tuturnya.

Sofwan menjelaskan tidak mempermasalahkan jika Saddil Ramdani melakukan perjalanan ke luar kota ataupun berada di luar kota asalkan hadir dan tetap memenuhi kewajibannya untuk wajib lapor. “Yang penting Wajib Lapor,” pungkasnya. 

Sumber: indopos.co.id

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0