Angka Kematian di Italia Tinggi, Mungkinkah Virus Corona Bermutasi? :: Nusantaratv.com

Angka Kematian di Italia Tinggi, Mungkinkah Virus Corona Bermutasi?

Maria juga mengatakan bawah pandemi telah membuat Italia terhenti
Angka Kematian di Italia Tinggi, Mungkinkah Virus Corona Bermutasi?
Penanganan virus corona / Foto: Ist

Jakarta, Nusantaratv.com - Italia, khususnya kota Lombardy telah menyusul Cina sebagai negara dengan kematian karena virus corona terbanyak di dunia.

Hal itu dikatakan oleh Direktur laboratorium mikrobiologi klinis, virologi dan diagnosis solusi bioemergen di rumah sakit Sacco di Milan, Maria Rita Gismondo.

"Kami tidak mengerti mengapa ini sangat agresif. Virus mungkin telah bermutasi," kata Maria dikutp laman AdnKronos, Minggu (22/3/2020).

Maria juga mengatakan bawah pandemi telah membuat Italia terhenti dengan lebih dari 4.000 kematian dan para ahli memperingatkan kita bahkan belum mencapai puncaknya di Semenanjung.

  1. Piala Eropa Ditunda Tahun Depan, Mancini Pastikan Skuat Tim Bakal Berubah

Selama 48 jam terakhir, 1.420 orang meninggal di Italia setelah tertular virus corona, sebagian besar dari mereka di wilayah Lombardy (3.095).

"Ada sesuatu di Lombardy yang tidak bisa kita pahami," ujarnya.

"Ini melampaui jumlah kematian di Tiongkok di daerah yang jauh lebih kecil dan lebih sedikit waktu. Sesuatu yang aneh sedang terjadi," sambungnya.

"Kami tidak mengerti mengapa itu sangat agresif di Lombardy. Semua hipotesis ada di meja, tetapi satu adalah bahwa virus telah bermutasi."

"Saya menghimbau komunitas ilmiah, mari kita bersatu untuk memahami. Jika kita semua mempelajari sebagian kecil, kita mungkin akan mendapatkan gambaran yang lebih besar," ungkapnya.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0