Gatot Dewa Broto Batal Jadi Saksi Kasus Korupsi Dana Hibah :: Nusantaratv.com

Gatot Dewa Broto Batal Jadi Saksi Kasus Korupsi Dana Hibah

Semula, Gatot dijadwalkan bakal memberikan keterangan di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta
Gatot Dewa Broto Batal Jadi Saksi Kasus Korupsi Dana Hibah
Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto/ Foto: Arf18

Jakarta, Nusantaratv.com - Persidangan kasus dana hibah yang menjerat mantan Menpora Imam Nahrawi terus berlanjut. Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto juga dijadwalkan bakal saksi.

Sayangnya, Gatot batal memberikan keterangan dalam kasus suap dana hibah KONI yang menjerat terdakwa Miftahul Ulum, asisten pribadi eks Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi lantaran majelis hakim ada sidang perkara lain.

Semula, Gatot dijadwalkan bakal memberikan keterangan di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (6/2/2020). Namun, sidang terpaksa ditunda, dan Gatot kemabli dijadwalkan bersaksi pada pekan depan.

"Di sesi berikutnya. Setidaknya, setelah minggu depan. Setelah itu bebas kalau mau sampai pagi sampai pagi. Begitu ya pak. Nanti ada pemberitahuan lebih lanjut," kata hakim ketua Ni Made Sudani di ruang sidang, Kamis (6/2/2020).

  1. Meski Anak Asuhnya Menang Telak, Igor Kriushenko Enggan Puas Diri

Pada Kamis ini, Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi menghadirkan empat orang saksi yaitu Gatot, Kepala Bagian Keuangan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Eni, Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI, Suradi dan pegawai Kemenpora Chandra.

Gatot yang gagal bersaksi mengaku tidak mengetahui prosedur pengajuan dana hibah KONI. Dia baru mengetahui setelah hal itu ditangani pihak Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Kalau pada saat di penyidikan saya hanya ditanya dalam konteks aspek regulasi. Kalau diregulasi kan ada namanya peraturan presiden nomor 95 tahun 2017 tentang peningkatan prestasi olahraga nasional. Pada saat itu penyidik menanyakan apakah hibah sudah sesuai ketentuan apa tidak. Sekitar itu saja," kata Gatot.

Sebagai informasi, asisten pribadi mantan menteri pemuda dan olah raga (Menpora RI) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum didakwa menerima suap sebesar Rp 11,5 miliar dari mantan Sekretaris Jenderal KONI Endang Fuad Hamidy.

Atas perbuatannya, Ulum didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0