Pelanggaran Machester City Terungkap, Rui Pinto Tetap di Penjara  :: Nusantaratv.com

Pelanggaran Machester City Terungkap, Rui Pinto Tetap di Penjara 

Pinto berhasil meretas kebocoran atau mengungkap pelanggaran aturan Financial Fair Play Manchester City dari rumahnya di Portugal pada 2015 lalu
Pelanggaran Machester City Terungkap, Rui Pinto Tetap di Penjara 
Rui Pinto / Foto: Mail Online

Jakarta, Nusantaratv.com - Nama Rui Pinto langsung mendunia sejak berita keputusan Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) melarang Manchester City tampil Liga Champions 2020-2021 dan 2021-2022.

Sejatinya, Pinto berhasil meretas kebocoran atau mengungkap pelanggaran aturan Financial Fair Play Manchester City dari rumahnya di Portugal pada 2015 lalu dan kemudian meneruskannya ke media dan memicu penyelidikan.

Meskipun dipuji secara luas oleh dunia sepak bola Pinto tetap ditangkap dan dikirim ke penjara, dan akan menghadapi persidangan untuk 90 tuduhan peretasan, sabotase, dan penipuan.

Bahkan, pada hari kamis lalu, banding Pinto juga ditolak. Pinto juga dipenjara sejak Maret lalu dan sedang menunggu putusan oleh Pengadilan Banding Lisbon.

Keputusan UEFA melarang City tampil Liga Champions untuk dua musim membuat nama Pinto mulai menjadi tren dengan tagar #freePinto sejak Jumat malam.

  1. Presiden Liga Spanyol Senang Manchester City di Hukum UEFA

Penggemar Borussia Dortmund bahkan memegang spanduk tinggi yang memohon pihak berwenang untuk menjatuhkan kasing dan membiarkan Pinto berjalan bebas.

Dikutip laman Mail Online, kebocoran ini diciptakan pada tahun 2015 dan telah mengungkap semuanya, mulai dari penipuan pajak hingga klub yang melanggar FFP.

Pinto dilaporkan memegang 70 juta dokumen dan 3,4 terabyte informasi dan mengatakan kepada Der Spiegel baru-baru ini bahwa ia sadar akan risiko karyanya.

"Saya sadar bahwa apa pun bisa terjadi," katanya kepada surat kabar Jerman.

"Saya tahu bahwa pemerintah Portugis menuntut para pelapor, jadi saya harus siap untuk itu."

"Pihak berwenang Portugis takut dengan apa yang saya ketahui dan karena itu penting agar saya tidak kehilangan akal."

"Pada awalnya, saya menulis catatan terkait dengan case di notebook saya, tetapi kemudian diambil dari saya. Pengacara saya hadir ketika mereka mencari di sel saya dan mengatakan itu ilegal untuk mengambil catatan dari saya."

"Bukan penjaga penjara yang melakukannya, tetapi jaksa Portugis. Mereka melakukan apapun yang mereka inginkan. Itu sebulan sebelum mereka mengembalikan buku catatan itu kepada saya."

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0