Pembangunan Venue PON di Papua Kembali Dilanjut :: Nusantaratv.com

Pembangunan Venue PON di Papua Kembali Dilanjut

Kementerian PUPR Lanjutkan Pembangunan Venue PON XX Papua
Pembangunan Venue PON di Papua Kembali Dilanjut
Pembangunan venue PON XX di Papua/ PUPR

Jakarta, Nusantaratv.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya terus menyelesaikan pembangunan empat arena olahraga dalam mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua tahun 2020.

Pembangunan arena olahraga dilakukan di Kabupaten Jayapura yakni arena (venue) Aquatic dan ISTORA Papua Bangkit di Kawasan Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur dan arena Cricket dan Lapangan Hockey (Indoor dan Outdoor) di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu.

Untuk memastikan kesiapan PON XX di Papua, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meninjau pembangunan arena olahraga dan fasilitas pendukungnya didampingi oleh Kepala Pusat PPSOP Iwan Suprijanto.

Pada kesempatan tersebut, Menko PMK Muhadjir Effendy mengaku puas dengan progres pembangunan empat venue PON XX Papua yang sedang berlangsung. Seluruh progres fisik pembangunan empat venue yang telah dilaksanakan sejak Desember 2018 tersebut sudah di atas 70 % dan ditargetkan dapat selesai satu atau dua bulan lebih cepat dari jadwal akhir waktu kontrak.

Baca Juga: Kementerian PUPR Terus Melengkapi Fasilitas PON XX Papua

Hingga 19 Januari 2020, pembangunan fisik arena aquatic mencapai 78,2% dan ditargetkan selesai Juli 2020. Progres pembangunannya lebih cepat dari target semula sebesar 60,9%.

Saat ini tengah dilakukan pengerjaan fisik berupa erection catwalk, finishing kolom, atap space frame, bangunan kolam tanding serta kolam diving. Venue Aquatic Papua dibangun sesuai dengan Standar FINA dengan biaya APBN (MYC) tahun 2018-2020 sebesar Rp 401 miliar.

Pembangunan Istora Papua Bangkit mencapai 74,01%. Venue ini dibangun dengan dana sebesar Rp 257,5 miliar oleh kontraktor PT PP (Persero) dan konsultan manajemen PT Virama Karya sebesar Rp 4,8 miliar.

Selanjutnya pembangunan arena Cricket dan lapangan Hockey baik indoor maupun outdoor telah mencapai 74,7%. Total biaya pembangunan arena Cricket dan lapangan Hockey sebesar Rp 277 miliar oleh kontraktor PT Nindya Karya dan konsultan manajemen PT Bina Karya senilai Rp 4,9 miliar.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0